sebenarnya bukan lemah yg ingin saya angkat. tapi sisi melankolis dalam diri seseorang.
pernah ngga kalian membayangkan seornag preman yang menangis tersedu-sedu? atau orang yang kalian anggap dia itu keras hati, menangis dan terlihat amat menikmati emosi yg ia keluarkan saat menangis itu?
mungkin bagi sebagian orang, hal2 seperti yang saya contoh kan di atas adalah kejadian luar biasa yang jarang bisa di saksikan kecuali kita memang berjodoh untuk menyaksikan hal tersebut.
namun ketahuilah, jauh di dalam diri seorang yang sekeras hati layaknya Hitler pun pastilah memiliki kelemahan yang amat sensitif. yang apabila orang lain menyentuh sedikit saja bagian itu pastilah ia mulai mengeluarkan emosinya. tidak harus menangis, tidak. bisa jadi emosi itu akan kelur dalam bentuk amarah atau emosi lain yang jarang ia keluarka yang tidak banyak orang ketahui.
sering saya melihat, dalam kegiatan2 renungan yang pernah saya alami, beberapa teman saya yang terkesal nakal dan tidak sorang pun dapat membuatnya menangis, tiba2 akan menangis tersedu-sedu layaknya anak kecil ketika dalam suatu renungan membahas entah keluarga, ayah, ibu, atau bahkan membahas mengenai sahabat2nya.
dari situ lah saya menyadari. seorang yang keras hati dan mungkin sangat ceria dalam tampilan luarnya, justru bisa menjadi orang yang akan sangat mudah sekali menjadi emosional ketika kita tahu di mana titik yg akan membuat pertahanan dirinya akan menjadi sangat lemah itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar